...menakzimi kenangan, menghentikan waktu...
Monday, October 31, 2005

telaga



kamu ternyata manis, lebih dari yang kubayangkan. engkau bahkan lebih manis dari hujan, yang malam ini membasahi bibirku dengan jemari rintiknya yang lembut. wajahmu, juga senyum itu, ternyata lebih misterius dari matahari, yang selalu bangunkan tidurku.

tapi matamu? tuhan..., benarkan di sana ada telaga, yang menarik tanganku untuk terus masuk dan berdiam di situ? benarkan kulihat dangau di telaga itu, yang menjanjikan keteduhan kasih? sayang, pohon di samping telaga itu menyatakan satu hal: dia telah menjadi penunggu.

aku mulai kangen kamu

     

Thursday, October 27, 2005

kidung

ketika kemarin tak kutemukan sapamu di ym itu, sejagad tubuhku pun membisu. setiap kali membuka komputer dan tak kutemukan kamu di ym itu, semesta gembiraku seperti dirampas. tubuhku pun kehilangan daya, melorot, jadi ampas.

ya, jangankan kamu, aku pun mencoba untuk tak percaya, bahwa aku kehilangan kata-kata, bahwa aku bisa gagu, bisu, dan hanya tercenung. tapi demikianlah kenyataannya: aku hanya diam, menghela napas, dan kurasakan, sesuatu yang "kosong" kian membesar di dalam dadaku, kosong yang sunyi, yang tak menyisakan apa pun selain keleluasaan sebuah ruang, seperti ketika kita menatap cakrawala di tengah lapangan bola, begitu leluasa, tapi tak memberi apa-apa.

ya, selain kamu, hanya beberapa orang saja yang mengerti alamat ym ini. sebagian itu teman-teman terdekatku, yang tiap hari bertemu, sehingga kadang merasa tak perlu membuka ym untuk berkhabar, kecuali, tentu, ada hal-hal rahasia yang akan dikatakan. karena itu, membuka ym dan berharap mendapatkan hal-hal yang "ajaib" dari kamu, adalah sesuatu yang luar biasa hebat, luar biasa nikmat.

tiap kali aku membaca ym dari kamu, selalu seperti datang suara yang kian mendekat ke telingaku, suara-suara yang menyerupai kidung, meninabobokkanku, suara yang keluar dari mulut ibuku. menenangkan, melenakan, dan membuat angan juga impian, seakan mewujud, walau sesaat. tidakkan itu yang acap kita cari? karena itu, ketika email atau ym membuka, dan kau tak ada, tak ada juga suara-suara "bahagia" yang mendatangi dan menggelitik telingaku, tak ada kidung yang mencampakkanku dalam pondongan mesra seorang ibu.

aku percaya, ini hanya semacam mimpi bagimu, ingauan yang tak nyata, dan lebih sebagai sesuatu yang hiperbolis. tapi, kuyakinkan padamu, suara itu ada, datang, tiap kali aku membuka email dan ym dari kamu. suara yang semula kurasakan hanya permainan telinga, yang mungkin kurang dibersihkan. tapi akhirnya, aku tahu, suara itu adalah debaran dari jiwaku sendiri, geletar seluruh tubuh, yang demikian kerasnya, sehingga bisa ditangkap telinga.

aku pecaya, kamu pernah mengalami hal ini dalam dimensi yang lain. seperti aku, yang juga tak bisa berkata apa-apa, ketika tak menemukan kamu, dan kehilangan suara-suara di seberang telinga, yang memanduku memasuki labirin kenangan terlindah dalam kehidupan kanakku.

hari ini, aku menemukan lagi suara-suara itu, suara kamu yang bersalin rupa menjadi suara ibuku, kerinduan pada masa silam yang terpenuhi, mimpi bocah yang dikembalikan...

mengalami lagi itu, sungguh sangat membahagiakan.