...menakzimi kenangan, menghentikan waktu...
Monday, October 31, 2005

telaga



kamu ternyata manis, lebih dari yang kubayangkan. engkau bahkan lebih manis dari hujan, yang malam ini membasahi bibirku dengan jemari rintiknya yang lembut. wajahmu, juga senyum itu, ternyata lebih misterius dari matahari, yang selalu bangunkan tidurku.

tapi matamu? tuhan..., benarkan di sana ada telaga, yang menarik tanganku untuk terus masuk dan berdiam di situ? benarkan kulihat dangau di telaga itu, yang menjanjikan keteduhan kasih? sayang, pohon di samping telaga itu menyatakan satu hal: dia telah menjadi penunggu.

aku mulai kangen kamu