...menakzimi kenangan, menghentikan waktu...
Monday, March 20, 2006

sisian napas

ann, debar jantungku: aku kangen kamu, malam, subuh, dan siang ini. rasanya gerah sekali menunggu "pemberitahuanmu" kapan kerjamu berakhir. tapi aku cepat tersadarkan, waktu kamu bukan hanya untukku, bukan hanya untuk mendengarkan kebawelanku, atau kangen, yang masih hanya sebatas ucapan, bukan sentuhan apalagi dekap.



sering aku berandai, tentang jarak kita yang jika dekat, tentu engkau selalu luruh kala kudekap. tapi pengandaian, ann: seperti juga kenangan, adalah temali yang menjaraki harapan dan kenyataan, juga masa silam. dan kamu ann, engkau bukan masa silamku, tak akan pernah --semoga tuhan mengizinkan-- menjadi masa silamku. kamu kuinginkan menjadi kekinianku,
sisian tarikan napas, yang mengetahui apa pun, di sebalik tawa-tangisku.

ahh-, cukuplah kututup semua kalimat di atas dengan debar-debarku, yang kutak tahu, bagaimana lagi menerjemahkannya padamu.